Palu - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak terbaru dari gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah. Hingga saat ini, sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak akibat peristiwa tersebut.
Gempa yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) itu tidak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur di beberapa wilayah terdampak, termasuk Palu, Sigi, Donggala, dan sekitarnya.
Berdasarkan laporan sementara BNPB, total jiwa terdampak mencapai lebih dari 100 orang yang berasal dari puluhan keluarga. Sejumlah bangunan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga sedang, sementara beberapa fasilitas umum juga ikut terdampak.
Getaran gempa dirasakan cukup luas oleh masyarakat. Warga di berbagai daerah dilaporkan sempat panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat guncangan terjadi.
BNPB bersama BPBD setempat, TNI, Polri, dan relawan kebencanaan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen cepat, evakuasi, serta pendataan kerusakan dan korban terdampak.
Selain rumah warga, laporan awal juga menyebut adanya kerusakan pada infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum. Pemerintah daerah masih melakukan verifikasi lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan di lapangan.
Hingga saat ini, situasi di wilayah terdampak mulai berangsur kondusif, namun masyarakat tetap diimbau waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Dampak Kejadian
Gempa ini menyebabkan aktivitas masyarakat di beberapa wilayah Sulawesi Tengah sempat terhenti sementara. Warga memilih keluar dari bangunan sebagai langkah antisipasi keselamatan.
Sejumlah fasilitas publik seperti sekolah, kantor pemerintahan, dan layanan kesehatan juga melakukan evakuasi darurat.
Respons Pemerintah
BNPB bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi penanganan darurat di lapangan. Fokus utama saat ini adalah pendataan kerusakan, bantuan logistik, dan pemulihan akses wilayah terdampak.
Tim gabungan juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi.
Analisis Awal
Pengamat kebencanaan menyebut gempa ini dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah Sulawesi yang memang berada di zona seismik aktif Indonesia. Wilayah ini dikenal rawan gempa bumi dengan intensitas cukup tinggi.
Meski tidak berpotensi tsunami, gempa magnitudo 6,7 tetap dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur terutama pada bangunan yang tidak tahan guncangan.
Kesimpulan
BNPB mencatat 45 KK terdampak gempa magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah. Sejumlah infrastruktur juga mengalami kerusakan, sementara proses pendataan dan penanganan darurat masih terus berlangsung.
Keterangan
Pewarta : Tim Redaksi NusaPedia
Editor : Editorial Desk NusaPedia
COPYRIGHT © NUSAPEDIA MEDIA 2026. All Rights Reserved.
