Palu — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026. Dalam laporan awal BNPB hingga pukul 15.40 WIB, sedikitnya 45 kepala keluarga atau 109 jiwa tercatat terdampak. Guncangan juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan sejumlah infrastruktur.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB dengan pusat gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Guncangan dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Warga di beberapa daerah sempat keluar dari bangunan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak guncangan.
Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian karena Sulawesi Tengah merupakan wilayah dengan aktivitas seismik yang cukup tinggi. Informasi mengenai kejadian serupa dapat dipantau melalui kategori Gempa Bumi di NusaPedia.
Dampak Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah
BNPB melaporkan dampak awal gempa dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, Poso, Donggala, dan Parigi Moutong. Kerusakan yang dilaporkan mencakup rumah warga, fasilitas umum, fasilitas ibadah, jalan, serta jembatan.
Di Kota Palu, salah satu infrastruktur yang dilaporkan terdampak adalah Jembatan III Palu yang mengalami keretakan. Sejumlah bangunan warga di wilayah Sigi dan daerah lainnya juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan.
Data 45 KK atau 109 jiwa tersebut merupakan data sementara pada tahap awal pendataan. Jumlah warga terdampak maupun tingkat kerusakan masih dapat berubah setelah proses verifikasi lapangan dilakukan.
Gempa Berkaitan dengan Aktivitas Sesar
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa M6,7 tersebut berkaitan dengan aktivitas Sesar Sausu. Gempa tergolong dangkal karena pusat guncangannya berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer.
Lokasi episenter dan kedalaman tersebut membuat guncangan dapat dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di wilayah sekitar pusat gempa.
Masyarakat di wilayah terdampak tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan.
Tim Gabungan Lakukan Pendataan
BNPB dan BPBD setempat melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak gempa. Pemerintah daerah bersama unsur terkait memeriksa bangunan dan infrastruktur yang dilaporkan mengalami kerusakan.
Petugas juga melakukan asesmen terhadap kebutuhan masyarakat terdampak. Pendataan tersebut diperlukan untuk menentukan langkah penanganan serta bantuan yang dibutuhkan di masing-masing wilayah.
Unsur TNI, Polri, relawan, dan petugas kebencanaan turut mendukung proses penanganan di lapangan, terutama dalam membantu asesmen dan memastikan kondisi masyarakat tetap terpantau.
Imbauan bagi Masyarakat
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga sebaiknya memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah atau fasilitas yang terdampak.
Apabila terjadi gempa susulan, masyarakat dianjurkan mengikuti prosedur keselamatan, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Informasi mengenai perkembangan kejadian sebaiknya diperoleh melalui sumber resmi untuk menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi.
Informasi mengenai kejadian kebencanaan lainnya dapat ditemukan melalui kategori Bencana di NusaPedia.
Pendataan Dampak Masih Berlangsung
Proses pendataan dampak masih dilakukan oleh pemerintah daerah bersama petugas terkait. Data sementara mengenai 45 KK atau 109 jiwa terdampak dapat diperbarui setelah verifikasi lapangan selesai.
Pendataan diperlukan untuk mengetahui kondisi masyarakat, tingkat kerusakan bangunan, serta kebutuhan bantuan yang harus segera ditangani.
Karena laporan awal dibuat berdasarkan kondisi pada waktu tertentu, angka warga terdampak maupun kerusakan dapat berubah mengikuti hasil asesmen dan pembaruan dari pihak berwenang.
Kesimpulan
Gempa bumi M6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 dan dalam laporan awal BNPB berdampak terhadap 45 KK atau 109 jiwa. Sejumlah rumah, fasilitas umum, jalan, dan jembatan juga dilaporkan mengalami kerusakan.
BMKG menyatakan pusat gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Palu dengan kedalaman sekitar 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami. Gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Sesar Sausu.
Masyarakat tetap diminta tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta mengikuti informasi resmi dari lembaga kebencanaan dan pemerintah daerah.
Perkembangan kondisi di wilayah Sulawesi Tengah dapat dipantau melalui kategori Berita di NusaPedia.
Detail Berita
- Penulis: Tim Redaksi NusaPedia
- Editor: Tim Editor NusaPedia
- Waktu Publikasi: 16 Juni 2026, 19.00 WIB
- Sumber Informasi: BNPB dan BMKG
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan laporan resmi mengenai gempa bumi M6,7 di Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026. Data mengenai warga terdampak, kondisi bangunan, dan kerusakan infrastruktur dapat berubah mengikuti proses verifikasi serta pembaruan informasi di lapangan. Pembaca disarankan mengikuti informasi terbaru dari BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.