Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BMKG Ungkap Dentuman di Bandung Raya Bukan Berasal dari Gempa Bumi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00 WIB Last Updated 2026-09-06T17:51:12Z
BMKG memastikan suara dentuman yang terdengar di Bandung Raya pada 5 September 2026 bukan berasal dari aktivitas gempa bumi.

Bandung — Suara dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Bandung Raya pada Sabtu, 5 September 2026, sempat menjadi perhatian masyarakat. BMKG kemudian melakukan pemantauan dan analisis untuk mengetahui kemungkinan sumber suara tersebut.


Artikel ini dipublikasikan pada 5 September 2026 pukul 19.00 WIB.


Melalui Stasiun Geofisika Bandung, BMKG memeriksa sejumlah parameter, mulai dari data kegempaan, kondisi atmosfer, aktivitas petir, hingga informasi geofisika lainnya.


Berdasarkan hasil pemantauan, tidak ditemukan aktivitas gempa bumi yang dapat menjelaskan suara yang dilaporkan terdengar oleh masyarakat. Suara tersebut dilaporkan terdengar pada rentang sekitar 00.30 hingga 05.00 WIB di sejumlah wilayah Bandung Raya dan sekitarnya.


Informasi mengenai berbagai peristiwa dan perkembangan terkini dapat ditemukan melalui kategori Berita di NusaPedia.


BMKG Pastikan Tidak Berkaitan dengan Gempa


Hasil analisis data kegempaan menunjukkan tidak adanya aktivitas seismik di wilayah Bandung dan sekitarnya pada saat suara tersebut dilaporkan terdengar.


Temuan tersebut membuat BMKG dapat mengesampingkan gempa bumi sebagai penyebab suara dentuman. Tidak terdapat rekaman aktivitas seismik yang sesuai dengan laporan suara tersebut.


Selain data gempa, BMKG juga melihat aktivitas kelistrikan udara menggunakan Lightning Detector. Aktivitas petir di kawasan Bandung Raya pada periode tersebut relatif rendah dan tidak menunjukkan kondisi yang signifikan.


Kondisi Atmosfer Saat Kejadian


Pengamatan terhadap kondisi atmosfer juga menjadi bagian dari analisis. Saat suara dilaporkan terdengar, kondisi cuaca di Bandung Raya secara umum terpantau cerah.


Angin diketahui bergerak dari arah timur menuju barat. Dari hasil pemantauan tersebut, belum ditemukan fenomena cuaca ekstrem lokal yang dapat menjelaskan suara yang dirasakan masyarakat.


BMKG masih mempertimbangkan berbagai parameter untuk memastikan sumber fenomena tersebut secara lebih menyeluruh.


Aktivitas Gunung Anak Krakatau Turut Dipantau


Dalam pemantauan yang dilakukan, BMKG mendeteksi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau melalui citra satelit. Peningkatan aktivitas petir juga terpantau di sekitar gunung tersebut.


Meski demikian, BMKG menilai kemungkinan suara dari aktivitas Gunung Anak Krakatau merambat hingga Bandung Raya relatif kecil. Kondisi angin saat kejadian juga menjadi salah satu pertimbangan dalam analisis.


Karena itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau belum dapat dinyatakan sebagai sumber dentuman yang terdengar di Bandung Raya.


Anomali pada Sejumlah Instrumen


Selain pengamatan di Bandung Raya, BMKG menemukan sejumlah anomali pada instrumen pemantauan yang kemudian menjadi bahan kajian lebih lanjut.


Stasiun pemantauan di Pulau Sebesi merekam anomali pada seismogram sekitar pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB pada Jumat, 4 September 2026.


Sementara itu, stasiun magnet bumi di Sukabumi dan Serang mencatat gangguan magnetik internal bumi pada periode 4 September pukul 23.00 WIB hingga 5 September pukul 02.00 WIB.


BMKG tidak menemukan aktivitas badai matahari pada periode tersebut. Namun, berbagai anomali yang tercatat belum dapat dihubungkan secara langsung dengan suara dentuman yang terdengar di Bandung Raya.


Penyebab Suara Masih Dalam Kajian


Stasiun Geofisika Bandung masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah parameter untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai fenomena tersebut.


Pemantauan meliputi aktivitas kegempaan, petir, magnet bumi, serta kondisi atmosfer. BMKG juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam proses analisis.


Hingga informasi ini disampaikan, sumber pasti suara dentuman belum dapat ditentukan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menarik kesimpulan berdasarkan dugaan yang belum terverifikasi.


Imbauan BMKG kepada Masyarakat


BMKG mengimbau masyarakat Bandung Raya untuk tetap tenang dan memperoleh informasi dari sumber resmi. Informasi yang belum memiliki dasar atau belum dikonfirmasi sebaiknya tidak langsung dipercaya maupun disebarluaskan.


Masyarakat juga dapat mengikuti perkembangan informasi mengenai kondisi wilayah melalui kategori Daerah di NusaPedia.


Kesimpulan


BMKG memastikan suara dentuman yang terdengar di Bandung Raya pada 5 September 2026 bukan berasal dari gempa bumi. Hasil pemantauan tidak menunjukkan adanya aktivitas seismik yang dapat menjelaskan suara tersebut.


BMKG juga telah memeriksa kondisi atmosfer, aktivitas petir, serta sejumlah parameter geofisika lainnya. Aktivitas Gunung Anak Krakatau memang terpantau, tetapi belum dapat dinyatakan sebagai sumber suara yang terdengar di Bandung Raya.


Sejumlah anomali yang tercatat oleh instrumen BMKG masih menjadi bahan kajian. Penyebab pasti dentuman masih menunggu hasil pemantauan dan analisis lebih lanjut.


Informasi mengenai kejadian yang berkaitan dengan potensi kebencanaan dapat dipantau melalui kategori Bencana di NusaPedia.


Detail Berita

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan hasil pemantauan BMKG mengenai suara dentuman yang terdengar di Bandung Raya pada 5 September 2026. Penyebab pasti fenomena tersebut masih dalam kajian. Pembaca disarankan mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
×
Berita Terbaru Update